![]() |
| Sumber: Kompas |
Oleh: Gregorius Gelino
Menpora
resmi membekukan lembaga PSSI untuk batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini
terjadi akibat PSSI tidak mematuhi surat peringatan Menpora yang telah
diterbitkan tiga kali. Hal ini berujung
pada sanksi FIFA untuk Indonesia, sehingga kompetisi teratas sepak bola
Indonesia, Indonesian Super League, diberhentikan untuk sementara.
Hal ini berdampak pada kelansungan
hidup klub, pemain, dan timnas. Hal ini diamini oleh Virginia, atau yang lebih
sering disapa Gina, mahasiswi Binus di area kampus Binus Syahdan. Menurutnya,
kompetisi sepak bola di Indonesia sedang meningkat, meskipun terkadang ada
supporter-suporter yang anarkis. Dia menambahkan jika PSSI dibekukan, maka
klub-klub di Indonesia yang bertanding di kompetisi Asia juga dirugikan.
Hal senada disampaikan Wiyono,
petugas keamanan kampus Binus Syahdan. Menurutnya, Menpora seharusnya tidak
keras kepala dan mementingkan suara masyarakat yang tidak ingin PSSI dibekukan.
Sebagai Jakmania, sebutan untuk suporter Persija, dia merasa kecewa karena
tidak dapat menyaksikan Persija bertanding lagi. Sebagai suporter fanatik,
menurutnya Indonesia sangat beruntung karena memiliki suporter timnas yang
memiliki nasionalisme dan fanatisme yang tinggi. Dia juga menanggapi kegelisahan pemain-pemain di klub-klub Indonesia,
menurutnya berkompetisi di liga antarkampung (tarkam) jauh lebih baik daripada
hanya menunggu kisruh PSSI selesai, apalagi mereka juga memilki keluarga yang
harus dinafkahi.

No comments:
Post a Comment