08 June 2015

Sumber: Kompas
Efek Samping Kisruh PSSI

Oleh: Gregorius Gelino

                Menpora resmi membekukan lembaga PSSI untuk batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini terjadi akibat PSSI tidak mematuhi surat peringatan Menpora yang telah diterbitkan  tiga kali. Hal ini berujung pada sanksi FIFA untuk Indonesia, sehingga kompetisi teratas sepak bola Indonesia, Indonesian Super League, diberhentikan untuk sementara.

            Hal ini berdampak pada kelansungan hidup klub, pemain, dan timnas. Hal ini diamini oleh Virginia, atau yang lebih sering disapa Gina, mahasiswi Binus di area kampus Binus Syahdan. Menurutnya, kompetisi sepak bola di Indonesia sedang meningkat, meskipun terkadang ada supporter-suporter yang anarkis. Dia menambahkan jika PSSI dibekukan, maka klub-klub di Indonesia yang bertanding di kompetisi Asia juga dirugikan.

            Hal senada disampaikan Wiyono, petugas keamanan kampus Binus Syahdan. Menurutnya, Menpora seharusnya tidak keras kepala dan mementingkan suara masyarakat yang tidak ingin PSSI dibekukan. Sebagai Jakmania, sebutan untuk suporter Persija, dia merasa kecewa karena tidak dapat menyaksikan Persija bertanding lagi. Sebagai suporter fanatik, menurutnya Indonesia sangat beruntung karena memiliki suporter timnas yang memiliki nasionalisme dan fanatisme yang tinggi. Dia juga menanggapi kegelisahan  pemain-pemain di klub-klub Indonesia, menurutnya berkompetisi di liga antarkampung (tarkam) jauh lebih baik daripada hanya menunggu kisruh PSSI selesai, apalagi mereka juga memilki keluarga yang harus dinafkahi.

No comments:

Post a Comment